Senin, 19 Desember 2011

Tips Menghindari Riba



Seorang muslim yang taat selalu menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya. Menghindari dan menjauhi riba merupakan bagian dari menjalankan ketaatan itu. Berikut beberapa tips agar terhindar dari riba:

  1. Niat
Niat merupakan langkah pertama sebelum melakukan aktivitas. Oleh karena itu, tetapkan hati kita untuk melakukan bisnis tanpa riba dan memperbaiki diri dengan tujuan untuk mendapat ridha Allah SWT.

  1. Mencari Informasi
Agar lebih jelas dan yakin, maka kita harus berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan kepastian apakah pekerjaan yang selama ini kita lakukan dan langkah-langkah bisnis yang kita ambil sesuai atau bertentangan dengan syariat Islam.

  1. Berhijrah
Segera tinggalkan semua bentuk kegiatan keuangan yang berpotensi mengandung bunga bank, baik dalam bentuk simpanan, deposito, asuransi maupun pinjam meminjam yang tidak syar’i. Allah SWT memberi jaminan bagi siapa yang bersungguh-sungguh ingin berhijrah maka akan dimudahkan segala urusannya.

  1. Sabar dan Tawakal
Sikap sabar dalam menerima rizki yang diberikan Allah SWT dalam kehidupan kita sangat diperlukan untuk dapat menghindari riba. Kesilauan dengan kehidupan duniawi yang gemerlap dapat mendorong kita untuk jatuh dalam kehidupan ribawi karena kita ingin segera memiliki apa yang kita inginkan dengan segala cara, termasuk berhutang.

Sabtu, 17 Desember 2011

10 Kesalahan Pebisnis Pemula



Banyak orang yang tertarik berwirausaha dan segera mencobanya. Namun akhirnya banyak yang tak bertahan lama dan jadi patah semangat. karenanya sebagai pebisnis pemula perlu menghindari hal-hal di bawah ini:

1. Kaya Ide, Miskin Keberanian. Resep sukses para pebisnis adalah tidak ragu dalam memulai ide usaha. setelah cocok dengan satu ide usaha, maka lakukanlah. Jika ditunda maka kesempatan akan hilang.

2. Kurang Memiliki Modal Sebagai Entrepreneur. Modal di sini diartikan sebagai keberanian untuk bermimpi, mencoba, merantau, sukses dan gagal. Kesuksesan dan kegagalan usaha adalah pelajaran berharga bagi para entrepreneur.

3. Tidak Mengenali Konsumen. Pebisnis yang baik harus tahu apa keinginan konsumen. Dengan pengetahuan ini Anda dapat berinovasi dan membuat produk yang mampu bersaing di pasaran.

4. Tidak Berani Bermimpi Besar. Banyak-banyaklah membaca biografi pengusaha sukses untuk membangun mimpi besar Anda dan memotivasi perkembangan bisnis Anda.

5. Bingung Menentukan Usaha Yang Akan Dijalani. Jika bingung memulai usaha, Anda bisa memulainya dari hobi atau dari keterampilan yang Anda kuasai.

6. Tidak Memiliki Strategi Rencana Pemasaran & Penjualan. Dengan rencana pemasaran, Anda dapat memfokuskan sasaran produk atau jasa yang ingin Anda jual. Dengan strategi ini, usaha jadi bisa dikendalikan sesuai tujuan kita

7. Mencampuradukkan Modal Usaha & Keuntungan Untuk Memenuhi Kebutuhan Hidup. Kita harus membuat pencatatan keuangan meskipun sifatnya sederhana. Jangan lantas menggunakan modal dan keuntungan hasil usaha untuk kebutuhan sehari-hari. Kalaupun terpaksa mengambil dari kas, maka anggaplah itu sebagai pinjaman yang harus segera dikembalikan.

8. Mengharap Hasil Besar Dengan Cepat. Jangan berharap cepat mendapatkan hasil yang besar di masa awal memulai usaha. Hasilnya mungkin baru dapat dirasakan beberapa bulan mendatang.

9. Senang Berbisnis Sendiri. Jika memiliki kesempatan untuk membuka lapangan pekerjaan, bayarlah tenaga orang lain untuk mengerjakan sebagian tanggung jawab Anda. Hal ini lebih menguntungkan karena Anda bisa memikirkan ide lain untuk mempercepat pertumbuhan usaha Anda.

10. Kurang Sungguh-Sungguh Dalam Berbisnis. Hasil yang Anda terima sepadan dengan usaha yang Anda lakukan. Kesungguhan adalah kunci kesuksesan.

Semoga dengan mengetahui sepuluh kesalahan pebisnis pemula itu, bisnis kita dapat berkembang dengan lebih pesat.

Jumat, 16 Desember 2011

Bagaimana Memotivasi Diri...???


Seringkali rutinitas dan berbagai masalah yang datang silih berganti setiap hari membuat kita kehilangan motivasi untuk mendapatkan yang lebih baik dalam kehidupan. Hingga semua tujuan kita mengabur dan lama-kelamaan menghilang.

Berikut kami sampaikan tujuh cara untuk mendapatkan motivasi setiap hari:

1. Ciptakan Hasrat
Lihat imbalan dari usaha anda secara jelas. Cara ini memberikan banyak motivasi untuk membuat rencana anda cepat terwujud. Bayangkan rumah impian anda setiap hari, dan ini akan memberikan anda dorongan untuk menjadikannya nyata.

2. Ciptakan Rasa Sakit
Dalam program Neuro-Linguistic mereka mengajarkan pada anda untuk menghubungkan rasa sakit dengan tidak melakukan tindakan. Gambaran kekasih Anda keluar dengan orang lain. Saat anda menyaksikan itu dengan diam-diam, hal itu mungkin membuat anda termotivasi membicarakan hal-hal yang anda hindari dengan pasangan anda.

3. Bicarakan Rencana Anda
Bicaralah pada pasangan anda tentang rencana anda atau tuliskan dalam selembar kertas apa yang akan anda lakukan lalu tempelkan di kulkas.

4. Miliki Sebuah Ketertarikan yang Nyata
Jika tak ada ketertarikan sama sekali, mungkin anda perlu melakukan sesuatu. Untuk itu buat sebuah tujuan besar dalam pikiran Anda.

5. Miliki Energi
Kafein akan memberikan rasa sehat untuk sesaat, tetapi dalam satu atau lain cara, anda membutuhkan energi lebih sebagai motivasi untuk setiap harinya, misalnya dengan olah raga atau tidur cukup.

6. Ciptakan Keseimbangan Mental
Sangat sulit untuk menemukan motivasi jika anda dalam keadaan tertekan. Hilangkan beberapa perasaan negatif dalam diri anda, atau pada akhirnya pilih kerjakan pekerjaan penting saat anda dalam mood yang bagus.

7. Ambil Sebuah Langkah Kecil
Lakukan pengumpulan untuk satu tas besar daun-daun di halaman dan dengan segera anda akan membersihkan halaman. Setiap sebuah langkah kecil yang anda ambil untuk mencapi tujuan akan memberikan motivasi pada anda setiap hari.

Sembilan Bekal untuk Menjadi Pengusaha


Kali ini saya ingin berbagi bekal bagi anda yang menginginkan untuk membangun sebuah usaha baru alias menjadi pengusaha. Sebagai seorang calon pengusaha, maka anda harus benar-benar memiliki bekal-bekal yang coba saya paparkan di bawah ini.

Dengan memiliki bekal yang cukup, maka anda akan siap mengarungi samudera dunia usaha yang penuh tantangan dan persaingan.

1. Mulailah dengan sebuah mimpi.
Banyak orang takut bahkan berusaha keras untuk tidak bermimpi, apalagi ditengah situasi perekonomian yang terus menghimpit seperti sekarang. Namun, apa yang terjadi? Karena enggan bermimpi untuk besar, maka selamanya jadi orang kecil. Semua bermula dari sebuah mimpi dan yakinkan akan produk yang akan kita tawarkan. A dream is where it all started : Pemimpilah yang selalu menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam produk, cara pelayanan, jasa, ataupun ide yang dapat dijual dengan sukses. Mereka tidak mengenal batas dan keterikatan, tak mengenal kata “tidak bisa” ataupun “tidak mungkin”.

2. Cintailah Produk Anda.
Dengan mencintai suatu produk, anda akan mudah memberikan seluruh kekuatan tenaga dan pikiran untuk mensukseskan produk anda. Produk yang anda cintai akan selalu tampak luar biasa di mata anda. Dan akibatnya, saat anda berpromosi kecintaan anda mampu mempengaruhi orang lain calon pembeli potensial anda.

3. Belajar dan Belajar
Banyak pengusaha yang mendapatkan sedikit kesuksesan kemudian enggan belajar dan berkembang. Padahal belajar itu tak mengenal batas. Saat anda sukses di suatu bidang, maka pelajari lebih dalam bidang tersebut. Jika anda makin mengenal bidang pekerjaan anda, maka anda akan menemukan banyak sekali peluang-peluang usaha baru yang menanti tangan emas anda.

4. Berani Ambil Resiko
Berani mengambil resiko yang diperhitungkan merupakan kunci awal dalam dunia usaha, karena hasil yang akan dicapai akan proporsional terhadap resiko yang akan diambil. Sebuah resiko yang diperhitungkan dengan baik-baik akan lebih banyak memberikan kemungkinan berhasil. Dan inilah faktor penentu yang membedakan “entrepreneur” dengan “manager”. Entrepreneur akan lebih dibutuhkan pada tahap awal pengembangan perusahaan, dan manager dibutuhkan akan mengatur perusahaan yang telah maju.

5. Mintalah Nasehat
Dapatkan pandangan lain dari orang lain. Tanyakan pada sang ahli. Entrepreneur selalu mencari nasehat dari berbagai pihak tapi keputusan akhir selalu ada ditangannya dan dapat diputuskan dengan indera ke enam-nya. Komunikasi yang baik dan kepiawaian menjual. Pada fase awal sebuah usaha, kepiawaian menjual merupakan kunci suksesnya. Dan kemampuan untuk memahami dan menguasai hubungan dengan pelanggan akan membantu mengembangkan usaha pada fase itu.

6. Kerja Keras dan Etos Kerja
Anda mungkin sering mendengar Smart Work, tapi seorang entreprenuer tak hanya menggunakan cara cepat dan gampang. Dia harus bekerja keras. Pengusaha pemula harus mengerahkan segenap kemampuannya dalam memulai usaha. Bahkan saat tidur sekalipun pikirannya tetap bekerja mengumpulkan mimpi dan rencana-rencana kerja

7. Silaturahmi
Bertemanlah sebanyak banyaknya. Pada harga dan kwalitas yang sama orang membeli dari temannya, pada harga yang sedikit mahal, orang akan tetap membeli dari teman. Teman akan membantu mengembangkan usaha kita, memberi nasehat, membantu menolong pada masa sulit.

8. Bertemanlah dengan kegagalan
Hadapi kegagalan dengan tangan terbuka. Kegagalan merupakan sebuah vitamin untuk menguatkan dan mempertajam intuisi dan kemampuan kita berwirausaha, selama kegagalan itu tidak “mematikan”. Setiap usaha selalu akan mempunyai resiko kegagalan dan bila mana itu sampai terjadi, bersiaplah dan hadapilah ! Kegagalan kecil dapat menjadi imunisasi bagi usaha anda. Anda takkan pernah melakukan persiapan penting jika tak pernah gagal sebelumnya. Saat anda gagal, itu berarti anda telah sukses menemukan sebuah solusi penanggulangannya.

9. Lakukan Sekarang !!
Tunggu apa lagi?? Lakukanlah sekarang juga. Bila anda telah siap, lakukanlah sekarang juga. Manager selalu melakukan READY-AIM-SHOOT, tetapi entrepreneur sejati akan melakukan READY-SHOOT-AIM ! Putuskan dan kerjakan sekarang, karena besok belum tentu milik kita. Kesempatan itu datangnya hanya sekali. Sekali anda melewatkan sedetik kesempatan, jangan harap dia akan terulang lagi di waktu sama.

Kamis, 15 Desember 2011

Empat Langkah Mengubah Ide Menjadi Bisnis


Sejumlah ide cemerlang yang Anda miliki bisa disulap menjadi peluang bisnis potensial. Tapi, ada baiknya mempersiapkan sejumlah faktor penting sebelum melibatkan diri ke dalamnya.

Berikut ini adalah empat langkah yang dapat membantu Anda menghemat waktu, uang, dan tenaga sepanjang proses:

Membayangkan
Cari tahu apakah hal ini benar-benar sesuatu yang diinginkan. Anda tidak harus memiliki gairah terhadap produk atau jasa tertentu yang hendak ditawarkan. Tapi, Anda harus memiliki semangat tinggi untuk membuat bisnis tersebut sukses, sehingga memberikan stamina yang dibutuhkan untuk melalui pasang-surut keadaan.

Meneliti
Guna menentukan kecemerlangan ide itu, Anda perlu mengetahui apakah ide tersebut memenuhi kebutuhan tertentu dan adakah pasar untuknya. Anda juga membutuhkan naluri bisnis. Jadi, berbicaralah dengan semua orang.

Jangan takut untuk mendiskusikan ide karena karena khawatir seseorang akan mencurinya. Sebab, ketakutan itu justru menghilangkan peluang Anda mendapatkan bantuan yang diperlukan.

Merencanakan
Mayoritas rencana bisnis mencakup tujuan Anda, deskripsi bisnis, analisa pasar, analisa permulaan dan biaya sehari-hari, strategi pemasaran dan penjualan, serta rencana organisasi. Banyak perempuan membuat kesalahan dengan tidak memperhitungkan waktu dan tenaga yang mereka curahkan ke dalam rencana bisnisnya. Gaji Anda seharusnya menjadi bagian dari rencana biaya.

Mendanai
Melakukan proyeksi keuangan tidak berbeda dari merencanakan dana kuliah anak. Pertama, siapkan biaya untuk meluncurkan perusahaan Anda. Setelah itu, tentukan di mana Anda memutuskan mengamankan dana tersebut ke depan.

Banyak orang menggunakan uang tunai atau kredit mereka sendiri, atau meminjam bantuan dana dari keluarga atau teman-teman mereka. Selain itu, ada pula yang menggunakan modal ventura.

Anda juga harus melakukan analisa impas (proyeksi tentang kapan pendapatan akan melebihi pengeluaran dan Anda akan menghasilkan uang) dan belajar untuk menulis laporan keuangan, yang menunjukkan nilai perusahaan Anda.

Bisnis : Haruskah Bermodal Besar....???



Mau usaha tapi tidak punya modal yang cukup, itulah problem terbesar bagi para pemula dalam dunia usaha. Apa buka usaha itu harus punya modal yang besar dahulu..??? Pasti jawabannya belum tentu, karena dengan modal sedikit alias pas-pasan pun Anda saya yakin bisa memulai mengembangkan usaha sendiri.

Untuk memantapkan tekat Anda untuk berbisnis, alangkah baiknya Anda mencermati tips-tips berikut:

1. Ubah mindset Anda yang beranggapan bahwa suatu usaha hanya bisa dimulai jika mempunyai sejumlah uang sebagai modal usaha. Seorang calon entrepreneur sejati tidak akan mengurungkan niat untuk membuka usaha hanya karena tidak memiliki modal. Sebaliknya, entrepreneur sejati akan memanfaatkan segala potensinya untuk bisa menghimpun modal yang diperlukan, misalnya dengan memanfaatkan jaringan relasi dan reputasi baik yang dimiliki untuk untuk bisa mendapatkan pinjaman lunak dari kolega atau relasi.

2. Hilangkan anggapan bahwa memulai usaha harus langsung besar dan mapan. Kebanyakan pengusaha sukses merintis usaha mereka dari nol lengkap dari segala pahit getirnya perjuangan mereka.

3. Tekan kembali perhitungan modal usaha Anda. Sebagai contoh, untuk mengurangi kebutuhan sewa tempat, Anda bisa patungan bagi hasil dengan teman yang mempunyai lokasi usaha yang bagus.

4. Kreatiflah mencari sumber-sumber permodalan, yang bisa dimanfaatkan, jika memang kebutuhan modal hasil hitungan Anda sudah tidak bisa ditekan lagi. Sumber-sumber permodalan ini bisa berasal dari institusi keuangan atau perorangan.